Oleh : Untung Triantoro, MM,

SELAIN kewajiban kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh, kita juga hendaknya mengerjakan amalan-amalan lain yang nilai pahalanya berlipat ganda. Di bawah ini adalah tujuh amalan utama di bulan Ramadhan yang sayang jikalau ditinggalkan.

1. Qiyamul lail (shalat malam/tahajud)
Ibadah ini adalah amalan yang dilakukan oleh nabi dan rasul Allah sebagai sarana munajat atas anugrah, rasa syukur dan pengaduan sebagai hamba Allah yang saleh. Pada bulan ramadhan shalat wajib kita ganjaranya dilipatgandakan dan shalat sunahnya akan membebaskan rambut dan kulit kita dari azab neraka. Maka perbanyaklah shalat sunah terutama shalat malam. “dan pada sebagian malam bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan, semoga Allah akan mendudukkan kalian di tempat yang terpuji (Al-isra : 78)

2. Tilawah/Membaca Al-Quran
Kemunduran umat ini karena banyak meninggalkan Al-Quran yang banyak memberikan inspirasi, sumber pengetahuan dan penenang hati. Membacanya saja sudah menyejukkan apalagi mengerti dan melaksanakan isinya. Membaca satu ayat di bulan Ramadhan sama dengan menghatamkan Al-Quran di bulan lain. Satu hurufnya adalah sepuluh kebaikan. Alif-lam-mim, itu bukan satu huruf tapi tiga huruf yang masing-masing hurufnya bernilai kebaikan. Maka perbanyaklah membaca Al-Quran, minimal menghatamkan sekali selama bulan puasa, semoga kita senantiasa mendapat keberkahan dan kemuliaan karena dekat dengan Al-Quran.

3. Shalat berjamaah
Shalat berjamaah lebih baik 27 derajat daripada shalat sendirian. Apalagi di bulan Ramadhan yang shalat sunahnya seperti shalat wajib, dan shalat wajibnya dilipatgandakan kebaikannya. Shalat berjamaah di masjid akan lebih baik bagi kaum lelaki sebagai syiar atas kebesaran Asma Allah dan eksistensi umat Islam di bumi yang penuh berkah.

4. Shalat dhuha
Adalah shalat di saat matahari naik sepenggalan, atau sekitar pukul 09.00 pagi, sebagai pengingat kita atas usaha dan niaga yang kita lakukan agar tetap istiqomah, jujur, dan bertanggung jawab. Ketika orang sibuk kesana-kemari memutar kesibukkan, luangkan sedikit waktu untuk shalat dhuha agar rizki kita menjari berkah dan melimpah.

5. Selalu Berdzikir
Dzikirlah kita kepada Allah SWT agar ditetapkan dan ditenangkan hatinya, karena dzikrullah akan membuat hati menjadi tenang. Ada beberapa Kalimat dzikir yang ringan ucapannya, tetapi di hari perhitungan nanti bobotnya lebih berat dari pada dunia dan langit serta segala isinya, yaitu perbanyak membaca “Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar”.
Perbanyak membaca istihgfar, karena sangat rugi bagi kita yang tidak mendapat ampunan di bulan ini. Pada bulan ramadhan terdapat malam kemuliaan, jika kita bertemu dengan malam lailatul qadar maka bacalah istighfar sebanyak-banyaknya dengan mengucap “Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fafuanna”… semoga kita termasuk hamba Allah yang mendapat kemuliaan dan maghfirah-Nya, amin…

6. Shadaqoh
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, tapi beliau akan lebih dermawan ketika bulan Ramadhan. Pada bulan ini segala amal ibadah dilipatgandakan termasuk shadaqah. Seandainya orang yang sudah meninggal meminta untuk dikembalikan ke dunia maka mereka akan melakukan ibadah yang pahala kebaikannya takkan putus walau jasad sudah berkalang tanah yaitu mereka ingin bershadaqah dengan semua harta yang mereka miliki. Apabila anak Adam telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu: Shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

7. Menuntut ilmu
Sangat disayangkan jika Ramadhan berlalu tanpa menambah khazanah ilmu agama kita. Jangan sampai hari-hari selama Ramadhan kita lalui tanpa menambah pengetahuan, karena ilmu yang kita miliki hanya setetes dari lautan ilmu Allah yang Maha Luas. “barang siapa menginginkan kehidupan dunia dengan ilmu, barang siapa menginginkan akhiran harus dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki keduanya harus dengan Ilmu.”

Untung Triantoro, MM, adalah Kepala sekolah di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Said Na’um, Pembina di Sekolah Qur’an Indonesia dan Konsultan di Casa Cendekia