Hallokarawang.com, Karawang – Asda I Pemkab Karawang, Samsuri, menyatakan bahwa jaksa pada Kejaksaan Negeri Karawang tidak bisa menemukan korupsi anggaran APK (Alat Peraga Kampanye) di tubuh KPU Karawang, sampai uban tumbuh di kepala-pun. Pasalnya, anggaran Pilkada Karawang 2015, sebesar Rp 59 miliar bukan bersumber dari APBD, tetapi merupakan dana APBN yang dihibahkan ke pihak KPU.

Menurutnya, kejaksaan terlalu percaya diri kalau mau mengusut dugaan korupsi anggaran APK tersebut, dan tidak akan ditemukan alat bukti yang menjurus kepada perbuatan melawan hukum. “Wong BPK saja belum melakukan audit atas dana hibah tersebut, kenapa kejaksaan ujug-ujug melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” terangnya.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Anggaran Pilkada Karawang 2015, kata Samsuri, tidak bisa disamakan dengan anggaran Pilkada tahun-tahun sebelumnya. Kenapa demikian?, karena sumber dana untuk membiayai perhelatan demokrasi tingkat kabupaten tadi, sumber dananya berasal dari APBD dimana APBD tahun-tahun sebelumnya sudah diaudit pihak BPK.

Asda I, berani bertaruh, meski tim pemeriksa sudah melakukan pemeriksaan terhadap kepada DPPKAD, Kepala BKD, Kepala Inspektur, Kepala Linmas, itu tidak bakal bisa menyeret beberapa pejabat tadi ke meja hijau. Terlebih para pejabat pemkab Karawang sudah hafal betul gaya pemeriksaan pihak pemeriksa Kejaksaan Karawang.

Dalam hal ini, kata Samsuri, sekitar penyelidikan berangkat sari sektor dan sudut manapun, pemeriksa Kejaksaan tidak bakalan menemukan dua alat bukti. “Biarpun lelang APK tadi, disinyalir berlumuran KKN, saya menyakinkan pihak Kejaksaan tidak bisa menemukan unsur melawan hukum terhadap siapa dan pejabat berkompeten Pemkab tersebut,” tegasnya.

Seperti banyak disinyalir , sekitar terjadinya lelang APK di KPU Karawang berlumuran KKN, karena anak bersama menantu Asda II Pemkab Karawang. Kemudian pihak pemborong yang keluar sebagai pemenang diduga pula merupakan pemborong kukutannya Asda II, karena Asda II jauh sebelumnya pernah menduduki jabatan Sekretaris KPU Karawang. (jay)