Hallokarawang.com, Karawang – “Tangkar”, bagi telinga orang di luar Karawang mungkin masih dianggap asing. Terbukti sejumlah tamu dari Jakarta dan Bandung, masih menyebut nama yang salah,  atau mengaku belum merasakan jenis kuliner ini. Tapi ketika sempat mencoba mencicipi: Wuenak juga, ya?!

Jenis kuliner tangkar memang tidak banyak dijual di luar Karawang. Bahkan di Karawang sendiri, pun relatif sedikit yang sengaja menjadi penjualnya. Konon karena nama tangkar sendiri disebut-sebut dari singkatan ‘Tangkringan Karawang’ atau tempat mangkalnya orang Karawang.

BACA JUGA : Ini Dia, Tempat Makan Enak di Karawang yang Sudah Mendapat Liputan Hallokawang.com, jika usaha rumah makan Anda juga ingin diliput di media ini, hubungi: Sdri Eka, hp/sms: 081294356991

Seperti diakui Asep Supriatna, satu di antara penjual masakan tangkar, yang pada tahun 1980-an saja sudah bejibun yang ngantre dan relatif menjadi tempat mangkal warga Karawang dari kalangan muda.

Asep Supriatna sendiri menjadi penjual masakan tangkar bersama dua adiknya, Yani dan Devi. Asep meneruskan usaha ayahnya yang lalu diabadikannya menjadi nama warung tangkarnya: Mang Ne’an.

Lokasi warung tangkar Mang Ne’an, satu di antara sederet warung yang ditata sederhana, di Jalan Dewi Sartika, dengan nama “Cita Rasa Tangkar Mang Ne’an”.

Warungnya yang terletak persis di tengah dari tiga warung yang sama, ini termasuk yang relatif selalu dipenuhi pembeli. Para pembeli rela antre menunggu giliran karena ingin menikmati jenis masakan tangkar dengan nasih putih berkualitas.

Masakan tangkar, punya tampilan yang sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan sop daging sapi umumnya. Tapi jenis masakan ini memakai racikan bumbunya yang khas dan tersendiri, sehingga daging atau kulit sapi terasa empuk. Demikian juga kuahnya.

Tangkar punya warna khsusus yang membedakannya dengan masakan sop.  Selain ada santan, kuahnya juga memakai bumbu kunyit dan cabai yang digoreng. Karenanya kuah tangkar punya warna khas kuning kemerahan.

Meski bernama tangkar, tidak berarti yang dijual di warung Mang Ne’an hanya tangkar dengan nasi putihnya yang konon juga dimasak khusus dengan cara tradisional, yaitu menggunakan kukusan dan dandang. Nah! sebagai ciri khususnya, warung tangkar pun biasa menyediakan kerupuk emping.

Variasi lainnya adalah beberapa pilihan jenis makanan yang berfungsi sebagai penyedap yakni sumsum tulang belakang, sate daging, limpa, paru, juga bakwan. ^
 
Rahasia Resep Sederhana Tangkar ala Asep Supriadi

“Resep membuat masakan tangkar sederhana saja,” kata Asep Supriatna yang membuka warung tangkarnya pagi sampai malam hari pukul 22.00 WIB, antara lain bahan dasarnya yang berupa daging sengkel, dengkul, kaki, daging kepala, juga tulang sapi yang sudah dibelah dan dikorek, digodok sampai matang selama sekitar 2 jam.

Di luar itu untuk bumbunya relatif tidak berbeda dengan cara membuat sop sapi. Cuma khusus untuk masakan tangkar ditambah campuran bumbu kunyit dan cabai yang digoreng, untuk menjadikan kuah tangkar punya warna khas, yaitu kuning kemerahan.

Selain itu juga memakai santan. Di sisi lain sebagai penyedapnya, ada acar atau asinan serta sambal.

“Jangan lupa juga penyedap lainnya yaitu kerupuk emping. Selain kuahnya yang punya warna kuning kemerahan, kerupuk emping juga menjadi kerupuk khas tangkar,” ujar Asep  tentang jenis kulinernya. (dwi