Hallokarawang.com, Karawang – Derai air mata kembali jatuh mewarnai ruang sidang utama pengadilan negeri Karawang saat ke enam petani (terdakwa) membacakan naskah pledoi secara bergantian dihadapan hakim dalam agenda sidang pembelaan (pledoi) petani blok Kutatandingan yang dikriminalisasi oleh Perusahaan perampas tanah (PT Pertiwi Lestari), Senin (27/2/2017) siang.

Sepanjang agenda sidang pledoi berlangsung, tak hanya terdakwa yang menangis saat membaca naskah pledooi.

Sejumlah keluarga yang hadir di ruang sidang Kusuma Atmadja yang mengiringi terdakwa terus menangis tersentuh mendengar naskah pledoi yang dibacakan oleh keenam terdakwa.
Mereka (terdakwa) dalam pledoinya memohon kepada majelis hakim baik secara lisan maupun tulisan (isi peldoi ) agar terketuk hatinya bahwa mereka petani, bukan pelaku kriminal.

Pledoi sebanyak 54 lembar yang berjudul stop kriminalisasi petani bahwa petani pejuang sosial bukan kriminal, yang disusun oleh tim advokasi petani Karawang (YLBHI, LBH JAKARTA, LBH BANDUNG, LBH GMBI, LBH KAHMI, STN, KONTRAS, SEPETAK, BM PAN). Atas nama terdakwa Sdr. Ahmad Sulaeman Als Obon Bin Husen, Sdr. Ate bin Engkar, Sdr Oman bin Rahmat, Sdr Usep bin Yatin , Sdr Raman Suparman als Rasman, dan Sdr Juri bin Mahori. Dalam perkara nomor 551/Pid.B/2016/PN Kwg. Dan atas dasar tuntutan jaksa penuntut umum No Reg. Perkara PDM-565/KRWNG/12/2016.

Menurut Ari Kuasa Hukum ke enam petani dari LBH Bandung melihat ketiga hakim yang memimpin agenda sidang pledoi petani blok Kutatandingan secara prosedur hakim berjalan dengan normatif dalam menjalankan persidangan.

“Tapi kita melihat perspektif hakim patut kita telaah lebih dalam,” katanya.

Meskipun petani sudah pasti akan dijatuhkan vonis sesuai dengan tuntutannya. Akan tetapi, Kuasa hukum berpandangan hakim akan tidak terlalu berat dalam memvonis.

“Meskipun kita sadar betul sudah pasti hakim akan menghukum mereka. Tapi sekali lagi mereka bukan pelaku kriminal,” ujarnya.

Dalam pantauan dilapangan selain dari keluarga terdakwa yang hadir dalam persidangan, turut hadir pula puluhan anggota ormas yang tergabung dalam BPPKB Banten Karawang yang ditugaskan PT Pertiwi Lestari untuk mengawal selama berlangsungnya agenda persidangan petani. (hil)