Hallokarawang.com, Tasikmalaya – H. Uu Ruzhanul Ulum SE mempertegas bahwa dirinya bakal maju di Pilgub Jabar 2018 karena Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah resmi memberikan mandat kepadanya.

“Istilahnya, saya ini sudah mendapat tugas dari partai. Kemudian, setelah itu masih harus melalui tahapan-tahapan berikut. Sebab, dalam kehidupan politik, selalu ada dinamika,” ucap Kang UU yang kini masih menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya saat diwawancarai Hallojabar.com, Senin (5/6/2017).

Dipaparkan pria asli kelahiran Tasikmalaya, 10 Mei 1969 tersebut bahwa sekarang ini baru mendapatkan keputusan partai yang sudah berjalan. Tahap berikutnya adalah harus ada nomor calon dari KPUD dan termasuk untuk posisi Jabar 1 (Gubernur) atau Jabar 2 (Wakil Gubernur). Selanjutnya, hasil akhir yang akan didapat bagaimana? Karena akan ada yang kalah dan ada yang menang.

Kang UU yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tk II Kabupaten Tasikmalaya, menganalogikan kalau saat ini setidaknya telah bermanfaat bagi 2 jutaan orang penduduk Kabupaten Tasikmalaya, karena posisinya masih mendapat amanah sebagai Bupati Tasikmalaya.

“Nah, kalau kemudian saya mengobsesikan diri agar bisa lebih bermanfaat lagi bagi 54 juta orang sebagai penduduk Jawa Barat, kenapa tidak? Berarti, saya akan banyak dapat pahala dari situ dan ridho Allah SWT,” tegasnya. 

Prinsipnya, Kang UU akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Jawa Barat, agar pencapaian popularitasnya bisa terus meningkat. Untuk saat ini, dirinya masih dalam kisaran 4 – 5 persen. Sedang dukungan PPP kuotanya baru 9 kursi di DPRD dari 20 kursi yang dibutuhkan sebagai persyaratan untuk maju ke Jabar 1.

Oleh karenanya, Kang UU terus mencari kiat sekaligus menambah strategi untuk sosialisasi kepada masyarakat Jawa Barat pada umumnya. Tidak melulu menggunakan cara konvensional dalam bentuk roadshow berkunjung dari satu wilayah ke wilayah lain atau face to face.

“Menurut saya,  peran teknologi informasi (ITE), justru ingin dimanfaatkan secara maksimal. Termasuk media sosial (Medsos). Tentu dalam tatanan dan tuntunan yang mengarah positif, agar bisa mendidik masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin,” ucap santri lulusan Ponpes Bantar Gedung Cibeureum Tasikmalaya dan Ponpes Miftahul Huda Ustamaniyah Ciamis, Jawa Barat.

Namun begitu, ia tetap optimis dengan potensi diri yang dimiliki sekarang untuk bisa menang dalam Pilgub Jabar 2018. Kenapa? “Karena, saya punya hubungan ideologis dan emosional dengan kalangan santri, ulama dan kyai serta masyarakat,” pungkas pengusung moto ‘Membangun Desa dan Menata Kota dan Kang UU Ruzhanul Ulum untuk Jawa Barat 2018-2023′. (eko)