Hallokarawang.com, Karawang – Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Prof. DR. H. Wahyudin Zarkasyi, CPA, mengatakan pengembangan karya tulis ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari kompetensi dosen. Sebab, hal itu disebutnya tertuang dalam konsep tridarma perguruan tinggi.

“Di konsep tridarma perguruan tinggi itu disebutkan, tugas seorang dosen meliputi tiga komponen. Yakni pendidikan dan pengajaran, peneltian dan karya iilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat,” kata Rektor di acara LPPM Expo 2015 yang digelar di lingkungan kampusnya, Jalan HS. Ronggowaluyo,  Telukjambe Timur, Rabu (28/10).

Selain soal pengembangan karya ilmiah dosen, Rektor juga menjelaskan pentingnya publikasi ilmiah peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia. Alasan Rektor, bahwa rendahnya publikasi itu merupakan faktor penting penghalang masuk ke jajaran ‘word class university’.

LPPM Expo 2015 Unsika dilangsungkan tepatnya di lantai 1 dan lantai 2 gedung H. Opon Sopanji selama dua hari sejak Selasa (27/10). Expo diikuti 240 dosen dengan 113 judul penelitian, dan yang untuk pengabdian masyarakat diikuti 120 dengan 70 judul pengabdian masyarakat dari seluruh bidang ilmu yang ada di Unsika.

Ketua LPPM Unsika, Nelly Martini, SE, MM seusai acara, kepada Hallokarawang.com menjelaskan tujuan kegiaan adalah untuk memotivasi para dosen agar meningkatkan budaya meneliti di lingkungan kampus Unsika. Dan ketika hal itu sudah terealisir, diharapkannya para dosen juga dapat mempublikasiakannya ke dalam jurnal-jurnal ilmiah, baik jurnal ilmiah skala nasional maupun internasional.

LPPM Unsika Gelar Expo Hasil Penelitian
Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Prof. DR. H. Wahyudin Zarkasyi,CPA, mengatakan pengembangan karya tulis ilmiah merupakan bagian takterpisahkan dari kompetensi dosen. Sebab, hal itu disebutnya tertuang dalamkonsep tridarma perguruan tinggi.

“Di konsep tridarma perguruantinggi itu disebutkan, tugas seorang dosen meliputi tiga komponen. Yakni pendidikandan pengajaran, peneltian dan karya iilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat,”kata Rektor di acara LPPM Expo 2015 yang digelar di lingkungan kampusnya, Jalan HS. Ronggowaluyo,  Telukjambe Timur, Rabu(28/10).

Selain soal pengembangan karyailmiah dosen, Rektor juga menjelaskan pentingnya publikasi ilmiah peneliti dariperguruan tinggi di Indonesia. Alasan Rektor, bahwa rendahnya publikasi itumerupakan faktor penting penghalang masuk ke jajaran ‘word class university’.

LPPM Expo 2015 Unsika dilangsungkantepatnya di lantai 1 dan lantai 2 gedung H. Opon Sopanji selama dua hari sejakSelasa (27/10). Expo diikuti 240 dosen dengan 113 judul penelitian, dan yang untukpengabdian masyarakat diikuti 120 dengan 70 judul pengabdian masyarakat dariseluruh bidang ilmu yang ada di Unsika.

Ketua LPPM Unsika, Nelly Martini,SE, MM seusai acara, kepada Hallokarawang.com menjelaskan tujuan kegiaan adalahuntuk memotivasi para dosen agar meningkatkan budaya meneliti di lingkungankampus Unsika. Dan ketika hal itu sudah terealisir, diharapkannya para dosenjuga dapat mempublikasiakannya ke dalam jurnal-jurnal ilmiah, baik jurnalilmiah skala nasional maupun internasional. (dewa)