Hallokarawang.com, Karawang – Mantan anggota DPRD Karawang, H. Jejen Affandi, melaporkan Wakil Bupati, H. Jamakhsari alias Jimmy ke Kejaksaan Negeri setempat atas dugaan telah melakukan suap proyek yang bersumber dari APBD, saat sebelum menjadi orang nomer dua  di negeri lumbung padi tersebut.

Pelapor yang pernah menjalani hukuman tiga tahun penjara atas kasus suap, berkeibginan menyeret wakil Bupati dan membawa barang bukti amar putusan dari PN Karawang. H. Jejen, berani menggugat H. Ahmad Jamakhsari yang kini menjadi Wakil Bupati Karawang, karena melalui amar putusan pengadilan negeri setempat disebutkan bahwa dalam kasus tersebut bertindak selaku penyuap.

“Ini sangat tidak adil hukum di negeri lumbung padi, masa saya sebagai orang yang disuap harus dihukum selama tiga tahun, sementara Jimmy, selaku penyuap hingga kini masih dibiarkan menghirup udara bebas,” ucap H. Jejen Affandi kepada Halloapakabar.com, Rabu (24/8/2016)
       
Melalui persidangan yang digelar beberapa tahun silam, kata H. Jejen, Jimmy telah memberikan uang suap sebesar Rp 65 juta guna mendapatkan proyek APBD senilai Rp 1,5 miliar. Peristiwa tersebut, kata H. Jejen, terjadi pada tahun 2004 ketia dia masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Karawang.
       
H. Jejen lebih jauh mengungkapkan,  penerima suap yang diperagakan Jimmy ketika itu disinyalir ada 45 anggota DPRD Karawang dengan disertai barang bukti berupa kwitansi. Anehnya, yang diproses secara hukum dalam kasus tersebut hanya dia seorang diri, sementara ke 44 anggota dewan lainya hingga kini belum diproses pihak kejaksaan setempat.
      
Makanya, tegas H. Jejen, guna memperoleh sebuah keadilan, dia memohon bantuan kepada pihak kejaksaan agar pelaku pemberi suap sebagaimana disebutkan dalam amar putusan tersebut, Jimmy yang kini tengah menduduki jabatan wakil bupati harus diseret ke pengadilan atas perbuatannya tersebut.

“Saya yakin pihak Kejaksaan tidak bakal tebang pilih dalam melakukan proses hukum dugaan suap yang menimpa saya dengan Jimmy yang kini tengah menjadi orang nomer dua di Kabupaten Karawang ini,” terangnya.
        
Sementara itu aktivis pemantau korupsi di Karawang, Alfanji, mendesak agar siapapun yang disebut-sebut melalui amar putusan mengadilan dalam kasus suap proyek APBD, harus diproses sesegera mungkin.

Kata Alfanji, kalau saja H. Jejen si penerima suap sudah menjalani hukuman tiga tahun penjara, kenapa si penyuap tidak bisa disentuh oleh hukum. “Jika  di amar putusan sudah jelas disebut sebagai penyuap, ya jangan diproses lagi, tetapi harus segera dieksekusi untuk segera dimasukkan ke hotel prodeo,” pungkasnya. (jay/hlk)