Hallokarawang.com, Rengasdengklok – SMK Mitra Karya Karawang menggelar kegiatan ‘Kampoeng Inggris’ bagi eksistensinya, Rabu (6/1). Hal itu dimaksudkan untuk menyambut era pasar bebas agar warganya juga bisa tetap eksis.

“Di pasar bebas nanti, kita kan harus mampu bersaing dengan pekerja dari luar Indonesia. Sebab itu, pendalaman bahasa Inggris sehari-hari ‘Kampoeng Inggris’ adalah salah satu bekal yang diberikan SMK Mitra Karya kepada siswa dalam menghadapi MEA 2017 nantinya,” ujar Camat Kampung Inggris, Deden Manyur, SE.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, diakui Camat Deden yang juga Kepala Bidang Kesiswaan SMK Mitra Karya, di lingkungan Kampoeng Inggris ini seluruh warga sekolah yang lalu disebut warga kampung, wajib menggunakan bahasa inggris dalam beraktifitas. Jika tidak, maka dikenakan sanksi. Warga kampoeng Inggris sendiri selain siswa, juga pejabat sekolah, pendidik, tenagakependidikan dan seluruh karyawan SMK Mitra Karya.

“Itu artinya termasuk juga tukang kebun, tukang kebersihan sampai pedagang. Semua harus berbahasa Inggris,”Lurah Kampoeng Inggris, Saeful Barokah, SPdI yang mendampingi Camat Deden turut menjelaskan.

Kampoeng Inggris di SMK Mitra Karya ini merupakan program pihak sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Proklamasi No. 73 Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok. Tetapi meski di program ini SMK Mitra Karya menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa wajib yang digunakan setiap hari, namun warganya tidak harus meninggalkan budaya Indonesia. Dan itu terbukti ketika deklarasinya digelar, semua warga sekolah mengenakan pakaian adat Sunda.

“Bahwa diberlakukannya wajib berbahasa Inggris, kami hanya berharap nantinya lulusan SMK Mitra Karya bisa bersaing dengan pekerja dari luar di kancah internasional,” tandas Bupati Kampoeng Inggris, Drs. Dian Kadhar M, MM yang resminya Kepala SMK Mitra Karya sesaat peresmian program yang juga dihadiri Gubernur Kamporng Inggris, Dra. Nina Helmina, MM yang juga Ketua Yayasan Madina Mandiri yang menaunginya. (dwi)