Hallokarawang.com, Karawang – Tragedi kemanusiaan kian tiada habisnya, mengundang rasa keprihatinan terhadap sesama hingga harus mengelus dada. Bagai jatuh tertimpa tangga, Nasib pilu itu kini dialami oleh ratusan petani blok Kutatandingan Kampung Kiarahayam Desa Wanajaya Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang.

Mereka kini mengungsi di Runsunawa Adiarsa Karawang. Pasalnya, pemerintah yang sedianya berjanji untuk menanggung segala kebutuhan sehari-hari ratusan petani di tempat tersebut tudak terpenuhi, karena pemerintah setempat ingkar janji.

Bahkan yang paling miris, kebutuhan ratusan petani kini tidak lagi disuplay lagi oleh Pemerintah Karawang. Setidaknya lebih dari sepekan petani terpaksa harus pontang panting demi menghidupi kebutuhan sehari-harinya.

Sebelumnya Pemerintah Karawang melalui Bupati dr. Cellica Nurrachadiana berjanji akan bertanggungjawab dalam pemenuhan kebutuhan pokok terhadap ratusan petani kutatandingan. Akan tetapi, setelah berjalan beberapa pekan, tiba-tiba dengan tanpa alasan pihak terkait yang sebelumnya diperintahkan itu menarik bantuan logistik kepada ratusan petani.

“Dicabutnya suplay makanan sehari-hari itu, sejak tanggal 27 desember 2016,” ungkap Ketua Serikat Telukjambe Bersatu Mama Nuryaman disela-sela sidang Ekspesi 11 Petani Kutatandingan di PN Karawang.

Menurut petani korban PHP Pemkab Karawang, Maman mengatakan, pemerintah sempat memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta per hari untuk biaya hidup sehari-hari ratusan petani yang berada di rusun adiarsa.

Namun bantuan berupa uang juga nasibnya tak berlangsung lama, bantuan uang tersebut dicabut juga tanpa alasan. “Sebelumnya uang, tapi itu pun dicabut tiba-tiba juga tanpa alasan dari pihak terkait,” cetusnya

Kini ratusan petani Kutatandingan terpaksa menelan pil pahit janji pemda karawang dan hidupnya bertambah beban, hingga harus meminta belas kasihan seorang dermawan yang sudi membantunya.

Segala bentuk bantuan bagi ratusan petani yang terusir itu, sebelumya dibebankan pada pemerintah daerah  melalui dinas sosial Karawang atas dasar intruksi dari Kemensos. Supaya pemda karawang bertanggungjawab terhadap rakyatnya yang sedang berkonflik mempertahankan hak atas tanahnya yang dirampas oleh PT Pertiwi Lestari.

Pasca dipukul mundur oleh centeng PT Pertiwi Lestari kurang lebih setengah tahun yang lalu. Hingga akhirnya ratusan petani juga mengalamai intimidasi oleh pihak keamanan yang sengaja disewa oleh PT Pertiwi lLestari untuk melakukan penyerangan terhadap petani, hingga terusir dari tempat tinggalnya dan akses tanahnya, yang memaksa mereka harus meminta suaka perlindungan kemanan dirinya di ibu kota Jakarta dibawa lindungan LBH selama berbulan-bulan. (hil/hlk)