Hallokarawang.com, Karawang – Untuk mencapai swasembada pangan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menginginkan agar sektor peternakan di Jabar terus ditingkatkan.

Dia beralasan, wilayah Jawa Barat yang memiliki potensi dan produksi ternak tinggi seharusnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kini jumlahnya semakin bertambah dan daya belinya yang semakin meningkat.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, saat ini kebutuhan Jawa Barat akan daging sapi sebanyak 69 persen masih dipenuhi dari luar Jawa Barat. Pemenuhan kebutuhan industri pengolahan susu juga 80 persennya masih didatangkan dari luar Jawa Barat.

“Ini bukan suatu hal yang mustahil, jika terus kita tingkatkan, swasembada pangan akan tercapai, lihatlah potensi peternakan kita cukup menjanjikan,” kata Aher usai membuka Kontes Ternak dan Panen Pedet Tingkat Provinsi Jabar di Kabupaten Karawang, Kamis (11/8/2016).

Aher menerangkan, usaha peternakan sudah menjadi kebiasaan masyarakat pedesaan di Jawa Barat sebagai usaha sambilan maupun usaha pokok, sekaligus sebagai sumber pendapatan yang memiliki nilai ekonomi bagi pembangunan wilayahnya.

Pengembangan pada subsektor peternakan pun menurutnya merupakan kegiatan yang menguntungkan sehingga diminati oleh masyarakat. Terbukti penyerapan tenaga kerja pada sektor peternakan di Jawa Barat mencapai 6,7 persen.

“Jawa Barat pun mengalami surplus pada penyediaan daging ayam ras pedaging yaitu lebih dari 338.162 ton, karena itu saya optimistis jika kita terus membenahi peternakan, maka pemenuhan pasar domestik maupun permintaan dari luar seperti Timur Tengah, Malaysia, dan Brunei yang sudah lama berkeinginan mengimpor daging domba dari Jawa Barat akan dapat kita penuhi,” ungkapnya.

Beberapa hal yang menghambat pembangunan sektor peternakan di Jawa Barat disebabkan oleh lemahnya aspek teknis, kesehatan hewan dan belum optimalnya pelaksanaan program pembibitan ternak.

Oleh sebab itu melalui kegiatan kontes ternak ini Aher berharap para peternak dapat memanfaatkanya sebagai motivasi untuk terus menghasilkan bibit ternak yang berkualitas.

“Saya mengajak kepada seluruh peternak di Jabar dan juga stakeholdersnya untuk lebih mengembangkan kreativitas, meningkatkan populasi, produksi dan reproduksinya dengan pengembangan plasma nutfah, seperti Itik Citeureup, Itik Rambon, Ayam Pelung, Ayam Sentul, Domba Garut dan Sapi Pasundan,” ujarnya.

Seluruh potensi ternak tersebut ditambah Itik Pajajaran yang saat ini sedang dalam proses penetapan sumber plasma nutfah di Jabar, merupakan ternak-ternak unggulan yang bila terus dikembangkan ketahanan pangan sektor peternakan akan tercapai. (tim)