Hallokarawang, Rengasdengklok –Bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) di Desa Kertasari, Kecamatan Regasdengklok, dicurigai ada dugaan penyelewengannya.

Pasalnya, pengelolaan keuangan bantuan tidak transparan, bahkan sampai saat ini masih ada rumah sasaran yang sama sekali belum dikerjakan, dan diperkirakan kurang lebih 7 rumah lagi. Hal tersebut terungkap dari si penerima yang belum mendapatkan haknya.

Amih (40) dan Suminta (51) adalah suami istri warga dusun Katalaya Rt 04/02 Desa Kertasari, dirinya mengaku sudah di data sebagai penerima program pembangunan Rumah tidak layak (Rutilahu ) hingga saat ini ia hanya menunggu tapi yang ditunggu-tunggu belum ada realisasinya, sedangkan yang lainya sudah menikmatinya.

“Sudah lama menunggu apa yang di janjikan katanya rumah saya mau diperbaiki, mendengarnya sangat senang karena langsung di daptar dan dipinta segala persaratannya seperti KTP dan KK dan di ambil oleh RT di sini, tapi apalah harapan untuk diperbaiki sudah musnah sebab sampai sekarang kok ga.ada ceritanya lagi,” keluh Amih (4/10) kepada Hallokarawang.com di Rumahnya
>penuh harap.

Tapi, lanjut Amih, “harapan saya minta dia bangun karena orang lain yang didaftar barengan saya sudah pada dibangun, padahal rumah ini lebih buruk dari yang lainya, di dusun ini yang belum Nengsih, dusun Katalaya Rt 03/02, dan Omah RT 04/02 itu juga di daftarnya bareng saya” terangnya.

Sedangkan Maryadi Warga Dusun Karajan Rt 04/02 yang tak jauh dari Dusun tersebut, mengatakan dirinya telah mendapatkan namun pengelolaan keuangan bantuan tidak transparan.

“Kami hanya menerima bahan materialnya saja ya jika diperkirakan biaya material dan upah membagun rumah ini paling juga habis 5 jutaan, kalau masalah puas tidak puasnya tergantung nilai yang di bangunkan pak, ya
kalau mendengar dari anggaran 10 juta kami merasa tidak puas karena bangunan ini hanya habis di perkirakan kurang lebih 5 jutaan” terang Maryadi.

Dikatakannya, material yang dikirim yakni pasir 1 mobil colt buntung, batu bata, semen 5 sak, GRC 10 lembar pnlengerjaannya juga di biayai dari pemerintah Desa.

Sementara Kepala Dusun yang enggan di sebtkan namanya menyebutkan, ada dua
puluh warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut, “Saya juga tidak
tahu persis habisnya berapa setiap rumah itu. Ada dua orang itu menanyakan karena ragu kalau habisnya sampai Rp 10 juta. Saya juga tidak bisa menjawab,” katanya.

Kepala Desa Kertasari Irham ketika hedak di konfirmasi tidak ada di rumah, istrinya mengatakan, sedang keluar entah pergi kemana. (Kusn)