Hallokarawang.com, Karawang – SMK Mitra Karya Karawang, sepertinyatermasuk sedikit sekolah swasta yang punya keunggulan berbeda dari umumnya. Selain cuma belajar akademik dan keterampilan layaknya sekolah kejuruan, disekolah ini juga siswa diajarkan ilmu agama Islam dan olahraga beladiri TarungDerajat.

Tidak salah lagi, ketika siswa sudah duduk di kelas akhir, maka tiga kemampuan di pendidikan keahlian, ilmu agama Islam dan beladiri pun bisa dikuasai. Meski juga tentu sebatas keberadaannya. “Ya, sebatas kemampuan dan lama waktu kami belajar, tentunya,” aku Sandria Wahid Muharam, ketua OSIS.

Sandria yang bersama temannya Septiaji, Dendi, Dadan, Rizky dan Mamas Sopandi di sela mengisi acara pembukaan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50/2015 tingkat Jabar dan nasional yang digelar di Karawang, Kamis (22/10).

Mereka mengatakan hal itu karena sistem belajar yang mengharuskan. Bahkan di luar itu, soal berbicara bahasa asing, Inggris dan Arab pun sedikitnya sudah pula mereka bisa. ”Semua memang diterapkan di sekolah seperti itu,” ujarnya.

910 Siswa SMK Mitra Karya Karawang berlokasi Jalan Raya Proklamasi No. 73 Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok.

Sekolah yang didirikan pada 2006 ini memiliki gedung induk berlantai tiga yang dilengkapi laboratorium dan perbengkelan, dan berdiri di atas lahan 2.558 M2 dari keseluruhan 4.044 M2.

Sekolah kejuruan yang berjarak sekitar 11 kilometer arah utarakota Kabupaten Karawang, ini membuka program keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ),Administrasi Perkantoran (AP), Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan yang terakhirTeknik Sepeda Motor (TSM).

Sesuai data terakhir, jumlah siswa di sekolah yang terakreditasi‘A’ ini sebanyak 910 siswa. Rinciannya 406 siswa TKR, 242 siswa AP, 228 siswa TKJdan 34 siswa TSM. Para siswa sendiri berada di 26 rombongan belajar (rombel)yang ditangani 44 orang tenaga guru, termasuk kepala sekolah.

Selain belajar program keahlian, sekolah ini juga bersatu dengan Pondok Pesantren (Ponpes) “Nurul Aitam” yang sama-sama berada di bawah Yayasan Madina Mandiri. Khusus di ponpes ini bisa ditampung siswa yang jauh di luar wilayah kecamatan atau kabupaten untuk mondok menjadi santri.

Selain itu, bagi siswa ‘bermasalah’, soal mondok pun dibuat menjadi kewajiban sebagai ‘shocktherapy’.

Di sisi lain, tentang kebisaan siswa berbahasa Inggris, juga menjadi kewajiban mereka di hari-hari tertentu untuk berdialog menggunakan bahasa internasional itu selama dua jam. Demikian juga bahasa Arab yang identik dengan ilmu agama Islam.

Sementara soal beladiri, karena selain ekskul Pramuka sesuai tuntutan kurikulum, siswa memang diharuskan mengikutinya sebagai ekskul wajib Tarung Derajat. Dan untuk ekskul wajib Tarung Derajat, siswa pun telah banyak memetik hasilnya.

Selain berprestasi di sejumlah ajang kejuaraan, pun di Popda Jabar 2016 nanti yang rencananya digelar di Bogor, banyak yang menjadi duta pelajar Karawang. “Dan aksi kami mengisi acara pembukaan HAI di Karawang ini juga untuk persiapan ke Popda Jabar nanti,” kata Riana, salah satu siswakelas XII yang bakal menjadi satu di antara ‘petarung’ putri SMK Mitra Karya.

“Alhamdulillah. Memang seperti begini ini kondisi sekolah kami,” ujar Kepsek SMK Mitra Karya, Drs.Dian Kadhar M, MM. Saat dihubungi Hallokarawang.com di lingkungan sekolah dan ponpes-nya, Pak Kepsek yang ditemani Wakasek Nina Helmina, Deden Nurdiansyah dan pelatih Tarung Derajat Ade Tazwini, menyebutkan hal itu diterapkannya untuk pembekalan siswa sehingga bisa mandiri.

“Terutama ketika mereka sudah berada di lingkungan masyarakat, insya Allah,” janji Pak Kepsek.

Sementara mengenai itu, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang SMA/SMKDisdikpora Karawang, Drs. H. Supandi, MM yang ditemui terpisah, membenarkan bahwa SMK Mitra Karya, disebutnya merupakan sekolah kejuruan yang memang diharapkan. “Dan SMK Mitra Karya itu merupakan satu di antara sedikit sekolah swasta ‘berkualitas’ di Karawang,” katanya. (dewa)