Hallokarawang.com, Karawang Barat – Masih mengkhawatirkan, tawuran antar pelajar di Karawang. Terakhir, Senin (5/10), diciduk 13 siswa ‘baong’ alias nakal tingkat SMP yang diduga bakal melakukan tawuran, seiring adanya momen kumpul-kumpul mereka di areal interchange Tol Karawan Barat.

Para pelajar yang diciduk itu dari SMP PGRI 2 Telukjambe Barat dan SMP di Bojongmangu Kabupaten Bekasi. Selain tangan kosong, diantara mereka pun banyak yang dengan sengaja mempersiapkan diri membawa peralatan tawuran.

“Diantaranya membawa senjata tajam dan gir,” kata Kasie Pemuda Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Karawang, Asep Anwar. Bersama tim Satgas Pelajar diantaranya Deden Gunawan dan Ade, Asep memang tak bisa menunjukkan peralatan tawuran yang dimaksud.

“Kata polisi dengan peralatanya, diantara mereka berhasil kabur,” tandasnya. Deden dan Ade turut menjelaskan bahwa para pelajar yang digulung itu karena diketahui punya rencana tawuran yang diduga lewat jejaring sosial facebook.

Selain itu, di antaranya pun saling berkabar lewat SMS. Untuk hal terakhir, bahkan diketahui Satgas Pelajar sebab mereka dipergoki oleh polisi yang tengah berpatroli siang di areal interchange Tol Karawang Barat.

Sejumlah 13 anak bisa diamankan, yakni sembilan dari SMP PGRI Telukjambe Barat, dan tiga lainnya dari SMP. “Dan oleh polisi langsung diserahkan ke kami untuk pembinaannya, sebab kebetulan di keposian juga sdang ada kegiatan lain,” ujar Deden dan Ade.

Dari adanya indikasi tawuran yang bakal dilakukan, para pelajar itu pun dikumpulkan di halaman kantor Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Karawang, Jalan Surotokunto, Karawang Timur.

Oleh tim, yang dari pihak Disdikpora di antaranya Deden dan Ade dari Satpol PP, setelah dilakukan pembinaan para pelajar tadi baru diperbolehkan pulang, setelah juga ada perjanjian tertulis yang disaksikan orangtua dan diketahui gurunya.

Sementara sesuai catatan pihak Satgas Pelajar Karawang, aksi tawuran pelajar yang siswa SMP merupakan yang jaranng bisa sampai diamankan, sebab biasanya tawuran dilakukan siswa SLTA yang utamanya pelajar SMK. “Tapi apapun, semoga pembinaan termasuk perjanjiannya, bisa membuat mereka kapok,” harap Dede Ihiin, Kepsek SMP 2 PGRI Telukjambe Barat yang sengaja datang, sembari berterima kasih karena pihak kepolisian dan Satgas Pelajar telah ikut melakukan pembinaan. (dewa)